Minggu, 28 Oktober 2012
YANG MUDA YANG BERKARYA, LALU APA KARYAMU?
Hiduplah dengan hatimu, bukan fikranmu
Hati akan membawa fikiran ke mata air, fikiran akan membawa hatimu ke jalan tak berujung
(Gol A Gong)
Malam
yang menginspirasi bersama Metro TV. Tangan ini seakan gatal jika tidak
menuliskan kisah bersemangat yang kusaksikan. Jari ini segera menari diatas
tuts “Si Black” laptop tercinta. Ini dia salah satu bentuk pengabdian
perusahaan bonafit yang tetap perduli kemajuan bangsa. Salut untuk PT. ASTRA. Satu (Semangat Astra Untuk) Indonesia
Awwards yang dipersembahkan oleh PT. Astra Internasional Indonesia.
Diawali
dengan puisi nasionalis yang gagah dibacakan oleh Dian Sastro. Dian Sstro
tampil dengan balutan busanan tradisional yang sederhana nan anggun. Seakan
memompakan berjuta kubik semangat menyambut lahirnya pahlawan-pahlawan muda
Indonesia.
Satu
persatu kategori awward dibacakan oleh Charles Bonar Sirait dan Artika Sari Devi.
Ssampailah pada pembacaan kategori pertama yaitu Katergori Bidang Lingkungan
hidup yang diraih oleh siswa SMA bernama Darma sucipto berusia 18 tahun dengan
menggaas jajanan sehat dari Gresik. Bersama teman-temannya ia menyulap halaman
kosong sekolahnya menjadi kebun ubi jalar yang bergizi. Dengan harga jual yang
rendah namun memberikan manfaat besar bagi kelangsungan hidup rakyat banyak.
Karena sikap kreatif dari pemikiran yang digagasnya, banyak sekolah-sekolah
yang mulai mengikuti langkah siswa berjiwa sosial ini.
Ketegori
selanjutnya, Katergori bidang pendidikan dibacakan oleh Mantan Wamen Kesehatan
2010-2011, Bpk Fasli Jalal. Mengisahkan kontribusi seorang anak usia 18 tahun
yang mengelorakan semangat membaca bagi warga yang kurang mampu. Perpustakaan
untuk semua digagasnya. Pembebas Buta huruf dan inovator sepanjang hayat, Eko
Cahyono dari Malang. Rak buku berderet-deret dengan tataan rapih menggambarkan
semangatnya menyalakan lentera literasi Indonesia.
Intermezzo:
Lagu laskar pelangi menjadi paduan yang apik dalam acara awwards yang
menginspirasi. Alunan suara 5romeo menambah kekaguman dari pahlawan-pahlawan
muda Indonesia. Bentuk kepahlawanan masa kini yang lebih elegan dan menyatu.
Inilah potongan lagu yang menginspirasi jiwa muda Indonesia. Sedikit potongan
lagu menginspirasi pada malam penghargaan ini:
Menarilah dan terus tertawa, walau
dunia tak seindah surga
Bersyukurlah pada yang kuasa, cinta
kita di dunia, selamanya....
(Nidji
Band oleh 5 Romeo)
Lagu-lagu
selanjutnya pun mengalun indah dari suara aktris dan peyanyi profesional
seperti Putri Ayu yang membawakan lagu daerah Pisau serit. Suara yang energik
dipadu dengan paduan musik apik dari Yopie Widianto Light Orkestra.
Kategori
berkutnya yaitu Kategori bidang Kewirausahaan yang dibacakan oleh ibu Tri
Mumpuni. Beliau mengungkapkan, Ulet, pantang putus asa, dan berani mengambil
resiko adalah tiga hal pokok yang mendasari ketangguhan dan semangat Novianto.
Usianya baru 33 tahun, namun Novianto telah berhasil memberikan semangat bagi
rakyat sekitar dengan gagasannya yaitu sebuah pabrik keju kerakyatan di
Boyolali.
Kembali
diselingi sebuah puisi menginspirasi dari Dian Sastro yang mengungkapkan
indahnya kerjasama dan kedamaian melalui saling berbagi, kemudian diikuti
lantunan suara Sani Shandoro yang menghentak.
Hingar bingar ska cukup
mendominasi Ball room luas tempat acara prestisius ini. Sebuah lagu dengan misi
pesan damai gubahan Guruh Soekarno memunculkan energi positif. Lagu kedua hadir
dengan membawa kenangan pada sosok Krisye, dialunkan lembut dengan suara Sani
yang penuh energi.
Penggerak
kesehatan ibu dan anak, ibu Rosmiati dari Riau menjadi penerima penghargaan
dalam kategori bidang kesehatan. Hmm, ini bGIn Yng menyatu dengan almamater
yang kusandang. Tapi sayang aku melewatkan detik-detik penerimaan penghargaan
karena pinah chanel.. Yang kusaksikan hanya saat penerimaan simbolis
penghargaan oleh suami Ibu Rosmiati, beliau tidak bisa hadir karena proses
kelahiran anaknya. Hmm,,sekali lagi, aku lebih suka atmosfir ini. Kebaktiannya
yang tulus dengan profesi kesehatannya. Ini menginspirasi.....^_^
Selanjutnya,
Kategori bidang teknologi di bacakan oleh Bpk Ono Purbo, pakar teknologi dan
Informasi. Kategori Bidang teknologi berhasil diraih seorang pemuda kreatif
yang prihatin dengan keadaan desanya yang belum teraliri listrik. Ide dari
seorang pemuda membuat kincir air bersama dengan warga desa untuk membentuk
listrik desa. Listrik desa yang ikut menyalakan kegirangan bocah-bocah ketika
belajar bersama dibawah sinaran lampu yang mengantarkannya pada masa depan yang
lebih baik. Ide cemerlang ini berawal dari seorang pemuda 24 tahun pada tahun
2008. Dengan memanfaatkan pembangkit listrik tenaga air membuat harapan desa
menyala, bukanlah lagi sekadar asa. Bahkan ia berhasil menginspirasi desa-desa
lain untuk ikut mencontoh kiat sukses dari desanya. Pecetus terang desa dari
Makasar, Harianto Albar.
Suara
lembut dan energi dari Dian Sastro kembali membumi....
Diakhir
acara kedua pembawa acara menyampaikan besar royalti dari Aresiasi ini untuk
masing-masing peraih penghargaan sejumlah 55juta rupiah. Bagi pemenang favorit pilihan
publik terfavorit diraih oleh Eko Cahyono Sang pembebas buta huruf dari malang,
dengan tambahan royalti sebesar 10 juta rupiah.
INSPIRING......^_^
Hal yang besar bermula dari yang kecil,
(Charles Bonar Sirait)
- Label: Motivasi
- (2) Comments
RENUNGAN SEJENAK, APA YANG TELAH KAU BERI DAN APA YANG AKAN KAU BAWA NANTI?
Kita diciptakan tidaklah sempurna, namun dengan label yang terbaik
(Sebening Embun)
Saya
melihat banyak keluasan dan semangat membangun dalam diri segelintir orang yang
pernah saya temui. Saya senang menyebutnya sebagai orang yang menginspirasi
dengan ketulusan dan keikhlasannya. Sebuah rasa ilahiah yang telah tertanam
dalam diri masing-masing manusia. Sifat humanity dan devloper yang tak bisa
kita pungkiri dalam jiwa individu-individu. Menurut penggagas ESQ, Ary Ginanjar
Agustian, itulah subuah ruh tiupan tuhan yang telah buit in dalam jiwa manusia.
Masalahnya sekarang adalah sejauh mana kita yakin dan dapat memanfaatkan
sebaik-baiknya dan sebanyak-banyaknya sifat maha mulia Tuhan yang telah
diwakilkan dlaam jiwa kita.
Kita
diciptakan tidaklah sempurna, namun dengan label yang terbaik. Kadang kebaikan
tidak melulu menuntut kesempurnaan baukan ?, dan kesempurnaan juga belum tentu
menelurkan kebaikan. Tuhan maha tahu diri setiap manusia, bahkan lebih tahu
dari kita mengenal diri kita. Dalam proses mengenal diri ini, tidak harus
kesempunaan yang kita fokuskan tapi lebih pada kebaikan yang dapat kita semai
dengan kecerdasan kita yang menonjol dan unggul. Prinsip Tawadzun
(keseimabangan) tetaplah mengakar dalam konteks ini tentunya.
Semua
penjelasan dan pelajaran yang saya temui, dengar, rasakan, dan saya jalani
bahkan, sejenak mengusik batinku, Apa yang telah aku lakukan bagi sesama?.
Tidak ada atau mungkin belum ada, hanya diri ini yang bisa menjawabnya. Jiwa
dan fikiran ini berfikir keras tentang keeksisan kontribusi diri demi kemajuan
bangsa, negara dan agama. Kapan aku bisa menjawabnya?, melaksanakannya? Atau
hanya diam sambil asyik masyuk merancang angan yang sekadar blue print yang tak
nyata.
Jawabannya
telah kita ketahui sebenarnya, dari mana?. Dari komitmen yang kita munculkan
saat ini atau bahkan kemarin, seminggu yang lalu atau bahkan sepuluh tahun yang
lalu tenang kemaknaan hidup yang sebenarya. Semua terserah pada kita untuk
bersedian actio atau hanya jadi seorang penggagas handal yang sukses diata
kertas tanpa hasil kerja yang nyata. Ini mengetarkan jiwaku setiap aku menyaksikan
keironian hidup, membuatku terus bertanya berulang-ulang: Apa yang telah aku
lakukan untuk mereka? Untuk hidup mereka?. Hidup ini tidak melulu berkiprah
diantara angka dan perhitungan materil tentunya. Kebahagian dan eksistensi jiwa
mutlak dibutuhkan dan itu tidak berharga nilainya. Bukan karena ia rendah tapi
lebih karena kebernilaian yang sangat tinggi yang membuat ia tidak bisa
digantikan dengan apapun. Inilah kehausan jiwa yang akut. Ia ingin disiram dengan hal lain yang
bernama spiritual yang in action.
Tidak ada yang mati disini kecualai
sudah terkubur
(silvester stylon)
- Label: Motivasi
- (0) Comments
Langganan:
Komentar (Atom)

